Direktur Narkoba Polda Maluku Sebut Hanya Satu Anggota Polisi yang Terlibat Sindikat Narkotika

oleh -97 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Direktur Narkoba Polda Maluku Kombes Pol Cahyo Hutomo membantah dua (2) anggota Polri satuan Direktorat Narkoba terlibat dalam sindikat narkoba yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Menurut Cahyo yang benar ialah hanya satu orang, yakni oknum polisi berinisial AS (43) selaku pengambil barang di jasa pengiriman. Sementara FL (46) tersangka lainnya bukan anggota Polri sebagaimana yang santer diberitakan.

“Hanya AS saja yang benar merupakan anggota Polri. Sementara baik tersangka RW (28) dan FL bukan anggota Polri kami. Mereka wiraswasta dan tidak ada pekerjaan,” jelas Cahyo kepada awak media di Rupattama Polda Maluku, Kamis (23/6/2022).

Penegasan itu disampaikan karena menurutnya, hasil penyelidikan BNN Maluku di lapangan, mengindikasi bahwa pengambil barang yang dikirim adalah anggota Polri. BNN pun berkoordinasi dengan pihaknya.

Baca Juga  Sempat Terbengkalai, Satgas Yonif 734 Bantu Bangun Gereja Bukit Zaitun Nakamura

“Kami bentuk tim gabungan untuk telusuri kebenarannya, antara Ditnarkoba, BNN dan Propam. Dari situ selanjutnya tim lakukan penjejakan terhadap para pelaku yang akhirnya didapati beberapa dan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Ditegaskan, walau anggota Polri, namun pasal yang digunakan terhadap AS tetap sama dengan tersangka lain yaitu pasal 114 atau pasal 132 UU Narkotika tentang permufakatan jahat tindak pidana narkoba, tidak ada restoratif justice atau keadilan restoratif.

“Tidak ada (restoratif justice-red) bagi AS. Penegakkan hukumnya tetap sama dengan tersangka lain. Apalagi narkoba ini extraordinary crime yang turut dilawan pa Kapolri hingga pa Kapolda Maluku, tidak ada ampun termasuk jika anggota Polri terlibat,” tegasnya.

Lebih lanjut menurut Cahyo, barang yang diambil dan diterima AS, anggota Polri itu pada jasa pengiriman dikirim dari Medan. Walau alamat tujuannya fiktif sesuai hasil penelusuran.

Baca Juga  Siapa Adam Boehler? Pendukung Normalisasi Israel yang Tawari Duit ke Pemerintah Indonesia

Dimana sebelumnya, tiga hari sebelum barang tiba, ketiganya yaitu AS, RW sebagai pemilik barang dan FL bertemu dan membagi tugas. AS yang diberi resi barang oleh RW, kemudian mengajak juniornya yang juga anggota Polri mengantar ke jasa pengiriman.

“Barang diambil AS dan ketiganya kembali bertemu di Indomaret Batumerah, untuk diberikan ke FL dan RW untuk dibawa pulang ke kos-kosan F dan dibuka. Benar saja, isinya 2 gulung plastik berisi Shabu seberat 40 gram,” beber Cahyo.

Sebelum digrebek dan diamankan pelaku beserta barang bukti Shabu itu, tersangka R kata dia, sudah lebih dulu membagi ke para pemesan. Sisanya, 13,85 gram yang berhasil diamankan.

“Tersangka R diringkus setelah kita lakukan penelusuran dari beberapa pelaku. Selain Shabu, ada juga handphone para tersangka, uang hasil penjualan narkoba senilai Rp 4 juta lebih, 2 buah ATM, baju kaos dan celana pendek serta dompet hitam merek versace milik AR,” urainya.

Baca Juga  Lantamal IX Laksanakan Komunikasi Sosial Maritim Bela Negara

Ketiganya sambung Cahyo, sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku sebagaimana pasal 112 dan 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika (permufakatan jahat tindak pidana narkoba).

Sebelumnya diberitakan, dua anggota Polri Ditnarkoba Polda Maluku diduga terlibat sindikat narkoba dan ditangkap sesama polisi.

Namun hanya AS yang saat itu dibenarkan Kombes Pol Cahyo Hutomo, Dir Narkoba Polda Maluku adalah anggota Polri. Sebab FL masih diteliti.

“Yang terbukti baru AS, yang lain (FL) masih dilakukan penelitian, mohon sabar yah,” singkat Cahyo via pesan WhatsApp, Selasa (21/6). (Keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.