Ditabrak alat berat, pengemudi dan penumpang Yamaha Vixion meninggal

oleh -94 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Lagi-lagi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) menelan korban jiwa di Kota Ambon.

Kali ini kendaraan berat milik PT Esserindo Multi Bangun menggilas pengendara sepeda motor di ruas Jl. Sisingamangaraja tepatnya di pertigaan Transit Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Rabu (19/6), sekitar pukul 14.20 Wit

Kendaraan alat berat jenis Road Cutter ER550F Sakai yang dikendarai  Rifli Latumahina (43), menabrak pengendara Yamaha Vixion, Fahram Tuharea (35) dan boncengannya, Daus Tuharea (38).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari tubuh kepolisian menyebutkan kedua korban yang merupakan warga Desa Tenga-tenga Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ini, langsung meninggal dunia di tempat, sementara sepeda motornya mengalami kerusakan parah.

Dimana, Fahram Tuharea berprofesi sebagai PNS Kantor Camat Salahutu, sedangkan Daus Tuharea berprofesi sebagai tenaga honorer Kantor Bupati SBB.

Baca Juga  Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, Latumahina menjelaskan bahwa ia didampingi kedua mekanik perusahaannya, Tomi Mayaut yang berdiri di sebelah kanan dan Andre Wailaluru yang duduk di posisi tengah.

Ketiganya hendak mengantarkan alat berat dimaksud ke kantor PT Esserindo Multi Bangun yang berada tak jauh dari TKP, tepatnya di Passo Barito, Kecamatan Baguala, Ambon.

Saat alat berat ini tiba di pertigaan Transit Passo, Latumahina melihat jalur jalan di depannya kosong.

Sementara di jalur kanan, tepatnya arah Passo menuju Suli, dilihatnya 2 kendaraan roda empat yang sedang berhenti tepat di Pertigaan Transit, karena ada sebuah mobil yang melintas dari dari arah Transit menuju ke Desa Suli.

Baca Juga  KPU canangkan Pilkada Serentak jilid III di Maluku

Ia sendiri tidak melihat sepda motor korban yang melaju entah dari arah mana, terlebih pandangannya ke arah kanan terhalang.

Tiba-tiba saja mekaniknya, Mayaut berteriak kepada dirinya untuk menghentikan kendaraan.

Sontak saja ia pun menarik handle rem dan bertanya kepada mekaniknya alas an dihentikannya kendaraan dimaksud.

Dan oleh mekanik terungkap bahwa alat berat yang dikendarainya sudah menabrak pengendara dan penumpang sebuah sepda motor.

Saat turun dari alat berat dan hendak melihat korban yang ditabrak, dilihatnya kumpulan warga sekitar yang mendatangi lokasi TKP dan hendak memukulinya.

Takut dihajar massa, Latumahina pun melarikan diri ke arah kantor PT Esserindo Multi Bangun, dengan menyisir pesisir pantai.

Baca Juga  Pokja Kampung KB Gandeng Puskesmas Urimessing untuk Vaksin Massal

Sesampainya di Kantor PT Esserindo Multi Bangun, insiden ini pun dilaporkannya kepada pimpinannya, Thomas Khuana dan dirinya diarahkan melaporkan insiden ini ke Mapolsek Baguala.

Selain mendatangi dan mengamankan TKP, aparat kepolisian dari Mapolsek Baguala dan Unit Laka Lantas Polres Pulau Ambon juga mengevakuasi para korban ke RS Ottokuik Passo, mengamankan barang bukti (BB) serta mengambil keterangan saksi.

Yang disayangkan, saat insiden ini terjadi alat berat dimaksud tidak dikawal oleh anggota Lalu Lintas (Lantas) sama sekali. (andi)