Realisasi sertifikasi SDM pariwisata masih belum mencukupi

oleh -118 views

@Porostimur.com | Ambon : Kesanggupan Kementerian Pariwisata RI mensertifikasi sumber daya manusia (SDM) pada sektor pariwisata, mendapatkan sorotan tajam dari salah satu non government organization (NGO) di Maluku.

Pasalnya untuk tahun 2019, jumlah kuota SDM yang disertifikasi Kementerian Pariwisata di Maluku hanya dianggarkan untuk 100 jatah saja.

Jumah ini masih belum mengalami peningkatan atau sama dengan kuota tahun 2018 yang juga sebanya 100 kuota saja.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Lembaga Swadaya Pariwisata (LSP) Anging Mamiri, Gita Nelwan, kepada wartawan, di Ambon, Rabu (19/6).

Menurutnya, mediasi oleh Kementerian Pariwisata ini tidak mampu menampung aspirasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) berupa 400 kuota sertifikasi.

Sertifikasi dimaksud, merupakan upaya meningkatkan pengetahuan (knowledge) para pelaksana dan penyelenggara pariwisata yang bekerja baik di sektor perhotelan, travel serta guide.

Baca Juga  Polres Sula Tahan Mantan Kades dan Bendahara Leko Kadai dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Apalagi, berbagai pelatihan ini, tegasnya, diselenggarakan agar SDM yang ada bisa benar-benar mampu menunjang peningkatan pelayanan kepada para turis ke Maluku dalam rangka menikmati berbagai ikon dan potensi pariwisata yang tersedia.

Perwakilan Kementerian Pariwisata pun menjelaskan bahwa upaya meningkatkan SDM pegawai pada sektor perhotelan khususnya, bukan hanya tugas pemerintah semata, tapi juga tugas industri untuk melakukan training terhadap karyawannya.