Saat alat berat ini tiba di pertigaan Transit Passo, Latumahina melihat jalur jalan di depannya kosong.
Sementara di jalur kanan, tepatnya arah Passo menuju Suli, dilihatnya 2 kendaraan roda empat yang sedang berhenti tepat di Pertigaan Transit, karena ada sebuah mobil yang melintas dari dari arah Transit menuju ke Desa Suli.
Ia sendiri tidak melihat sepda motor korban yang melaju entah dari arah mana, terlebih pandangannya ke arah kanan terhalang.
Tiba-tiba saja mekaniknya, Mayaut berteriak kepada dirinya untuk menghentikan kendaraan.
Sontak saja ia pun menarik handle rem dan bertanya kepada mekaniknya alas an dihentikannya kendaraan dimaksud.
Dan oleh mekanik terungkap bahwa alat berat yang dikendarainya sudah menabrak pengendara dan penumpang sebuah sepda motor.
Saat turun dari alat berat dan hendak melihat korban yang ditabrak, dilihatnya kumpulan warga sekitar yang mendatangi lokasi TKP dan hendak memukulinya.
Takut dihajar massa, Latumahina pun melarikan diri ke arah kantor PT Esserindo Multi Bangun, dengan menyisir pesisir pantai.
Sesampainya di Kantor PT Esserindo Multi Bangun, insiden ini pun dilaporkannya kepada pimpinannya, Thomas Khuana dan dirinya diarahkan melaporkan insiden ini ke Mapolsek Baguala.




