DLH Halteng Akan Panggil PT. Tekindo karena Buang Ore ke Laut

oleh -110 views
Link Banner

Porostimur.com | Weda: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Tengah akan memanggil pihak perusahan PT. Tekindo untuk meminta klarifikasi terkait pembuangan sisa ore kelaut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Tengah, Samsul Bahri Ismail kepada Halmaherapost.com mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan berupa foto yang dikirim melalui pesan whattsap soal dokumentasi aktifitas yang dilakukan oleh salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Wilayah Halteng tepatnya di Desa Lelilef Kecamatan Weda Tengah yang sisa ore-nya dibuang kelaut.

“Saya baru dapat pengaduan dan dokumentasi foto saja, tidak dapat videonya. Sehingga sementara ini kita meminta pihak perusahan untuk melakukan klarifikasi terkait dengan hal itu. Dan kami akan secepatnya turun ke lokasi untuk melakukan investigasi karena ini masih laporan pengaduan, tapi yang detailnya apakah itu dibuang ore-nya, dengan sengaja ditumpahkan atau bagaimana, jika ada temuan maka pihak perusahaan akan kena sanksi teguran,” jelasnya seperti dilansir halmaherapost.com. Kamis.

Baca Juga  Rovik Akbar Afifuddin Pimpin FPTI Maluku

Untuk memastikan informasi tersebut pihak DLH, Kamis 26 Desember 2019, (hari ini, red) sudah melakukan rapat dengan bidang yang bersangkutan untuk secepatnya menyurat dan menindaklanjuti dengan turun langsung untuk melakukan investigasi.

“Kami secepatnya akan turun ke lokasi, karena kalau kasih tinggal lama baru turun cek, maka takutnya sudah tidak ada tanda-tanda potensi daya rusak di lokasi kejadian,” cetusnya.

Samsul menegaskan jika hasil investigasi ditemukan kerusakan, maka akan ada teguran. “Karena kewenangan industri ini ada di Provinsi, jadi segala hasil investigasi akan di buat berita acara untuk di kirim ke DLH Provinsi sekaligus diminta langkah-langkah tindak lanjut.”

“Untuk sanksinya itu juga nanti kita akan melihat seberapa besar tingkat pencemarannya. Kami meminta untuk mengukur kualitas air laut yang tercemar, sehingga ada upaya-upaya untuk rehabilitasi lingkungan kerusakan itu,” pungkasnya.

Kadis juga mengakui pihaknya belum bisa pastikan sanksinya karena ini kasus lingkungan yang baru, terkait dengan limbah ore yang dibuang kelaut.

Baca Juga  2 Warga Luka dan 3 Gereja di Batang Dua Rusak Akibat Gempa 7,1 M

“Besok surat resmi ke perusahan sudah kita layangkan dan secepatnya tim harus turun jangan sampai potensi daya rusaknya besar, termasuk pengrusakan terhadap biota laut,” tutupnya.

Terpisah, Humas PT Tekindo, Abdullah Ali ketika dikonfirmasi Halmaherapost.com, mengaku tidak memberikan pernyataan karena masih berada di luar daerah. “Kapasitas saya tidak sampai ke situ,” ucapnya. (red/rtl/hp)