Ely menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan peringatan hari jadi, tetapi harus dimaknai sebagai komitmen moral sekaligus panggilan untuk bertindak bersama.
“Ambon Bersih mengandung makna yang sangat luas. Bersih lingkungan dari sampah, bersih tata kelola pemerintahan dari praktik yang tidak jujur, serta bersih pikiran dan hati dari prasangka yang memecah belah,” jelasnya.
Sementara itu, frasa Maluku Sehat menegaskan posisi Ambon sebagai ibu kota provinsi dalam ikut membangun masyarakat yang sehat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan sosial.
Sedangkan Indonesia Maju, menurutnya, menjadi muara dari kontribusi bersama dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus pembangunan bangsa.
Dengan demikian, peringatan hari jadi Kota Ambon tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk kembali melihat bagaimana pemerintah dan masyarakat menjalankan tanggung jawab bersama terhadap kota ini.
Doa untuk Kedamaian, Pemimpin dan Warga Ambon
Melalui doa bersama tersebut, Pemkot Ambon turut memohon agar kedamaian, keamanan dan kerukunan antarumat beragama di Kota Ambon senantiasa terjaga.
Doa juga dipanjatkan agar para pemimpin diberikan hikmat dan integritas dalam menjalankan tugas serta melayani masyarakat.
Sementara bagi seluruh warga Kota Ambon, doa dipanjatkan untuk kesehatan, kesejahteraan serta perlindungan dari berbagai bencana dan mara bahaya.









