Tsunami 1950 Jadi Alarm, Ambon Perkuat Benteng Mitigasi Bencana dengan EWS Banjir

oleh -119 Dilihat
Tsunami 10 Oktober 1950 bukan sekadar catatan kelam dalam sejarah Kota Ambon. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa ancaman bencana selalu ada dan dapat datang tanpa banyak waktu untuk bersiap.

Porostimur.com, Ambon — Tsunami 10 Oktober 1950 bukan sekadar catatan kelam dalam sejarah Kota Ambon. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa ancaman bencana selalu ada dan dapat datang tanpa banyak waktu untuk bersiap.

Lebih dari tujuh dekade kemudian, ingatan terhadap tragedi tersebut kembali dihidupkan Pemerintah Kota Ambon melalui peresmian Tugu Peringatan Tsunami Ambon 10 Oktober 1950 di Negeri Hative Kecil, Sabtu (5/9/2026).

Pada hari yang sama, Pemkot Ambon juga meresmikan instalasi Early Warning System (EWS) bencana banjir di Sungai Wairuhu.

Dua langkah tersebut memiliki fungsi berbeda, namun membawa pesan yang sama: sejarah harus menjadi dasar untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Kegiatan itu melibatkan sejumlah mitra akademik, yakni Kyoto University dan Tohoku University dari Jepang, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, serta Universitas Pattimura Ambon.

Baca Juga  KAKI Maluku Desak Inspektorat SBB Periksa Dana Desa Kairatu

Tugu Tsunami Bukan Sekadar Monumen

Keberadaan Tugu Peringatan Tsunami 10 Oktober 1950 di Hative Kecil diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah monumen.

Tugu tersebut semestinya menjadi ruang edukasi publik untuk mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, bahwa Ambon dan Maluku memiliki sejarah panjang menghadapi ancaman bencana.

No More Posts Available.

No more pages to load.