Doktrin Monroe Runtuh

oleh -251 Dilihat
Ahmadie Thaha/Ist

Doktrin Monroe, yang diumumkan pada tahun 1823 di bawah Presiden James Monroe, pada dasarnya adalah pernyataan sederhana yang kemudian menjelma menjadi fondasi psikologis kekuasaan Amerika Serikat di Belahan Barat. Intinya bukan sekadar “Eropa jangan ikut campur”, melainkan klaim diam-diam bahwa seluruh Amerika Latin adalah ruang strategis eksklusif Washington.

Sejak saat itu, wilayah ini tidak lagi dipandang sebagai kumpulan negara berdaulat semata, melainkan sebagai “lingkungan keamanan” Amerika sendiri —sebuah halaman belakang yang, jika dimasuki pihak lain, dianggap ancaman terhadap rumah induk.

Dalam praktik sejarah, doktrin ini tidak pernah tinggal sebagai kalimat normatif. Ia menjelma menjadi kebiasaan politik: intervensi, kudeta, sanksi, tekanan ekonomi, hingga operasi militer terbuka —dari Karibia sampai Amerika Tengah, dari Kuba hingga Panama, dari Chile hingga Nikaragua.

Baca Juga  Gibran Sebaiknya Mundur

Amerika terus mengulang satu asumsi: tidak boleh ada kekuatan besar non-Amerika yang memiliki pijakan militer atau pengaruh strategis permanen di kawasan ini.

Ketika Uni Soviet menempatkan rudal di Kuba pada 1962, dunia hampir terbakar bukan karena Kuba, melainkan karena Washington memandangnya sebagai pelanggaran langsung terhadap wilayah sakral Doktrin Monroe.

No More Posts Available.

No more pages to load.