Dolar Kabur, Mafia Makmur

oleh -87 views

Kalau Prabowo berhasil menembus tembok itu, sejarah mungkin mencatatnya sebagai pembongkar salah satu kebocoran terbesar republik. Tapi kalau berhenti di tengah jalan, rakyat akan menganggap semua ini hanya episode baru sandiwara lama: gaduh di depan kamera, damai di belakang meja makan.

Dan ironisnya, semua ini terjadi ketika rakyat kecil masih sibuk menghitung harga minyak goreng per liter, sementara sebagian elite diduga menghitung keuntungan per kapal.

Negeri ini memang aneh. Sawit tumbuh di tanah Indonesia. Buruhnya orang Indonesia. Jalannya rusak oleh truk Indonesia. Tapi untung besarnya malah berlibur ke luar negeri lebih rajin daripada anggota DPR reses.

Kini waktunya aparat hukum bekerja. Waktunya Bea Cukai dibersihkan kalau memang selama ini bocor seperti ember bekas digigit tikus. Waktunya rakyat mengawal. Dan waktunya presiden membuktikan bahwa mandat rakyat lebih dari cukup untuk mementalkan tekanan para taipan.

Karena republik tidak boleh kalah oleh invoice. Dan bangsa besar tidak boleh terus hidup sebagai kuli di tanahnya sendiri.

Baca Juga  Kembali Terlibat Kecelakaan, Anggota DPRD Tual Diduga Alihkan Tanggung Jawab

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 25/5/2026

No More Posts Available.

No more pages to load.