“Saya percaya media massa masih punya kekuatan untuk mendorong terjadinya perubahan,” kata Afdillah.
Sementara itu, Ketua AJI Ambon, Tajudin Buano mengatakan, film Before You Eat membuka perspektif baru bagi jurnalis di Ambon yang selama ini terkenal dengan potensi kelautan dan perikanannya.
“Kami berterima kasih pada Greenpeace yang sudah membawa film ini sampai di Ambon. Apalagi jika melihat film tadi, ternyata ada juga warga Ambon yang menjadi korban perbudakan. Tentu saja ini menjadi tugas bersama untuk membantu menyuarakan kepada pemerintah agar segera mengambil tindakan agar tidak ada lagi anak bangsa yang jadi korban di kapal ikan asing,” kata Tajudin
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon juga mengajak jurnalis dan media massa, khususnya di Ambon, untuk memberi lebih banyak ruang kepada pemberitaan-pemberitaan terkait anak buah kapal (ABK) di kapal-kapal ikan asing yang menjadi korban eksploitasi, perbudakan, dan perdagangan orang.
Film Before You Eat bercerita tentang perbudakan modern yang dialami oleh orang-orang Indonesia yang bekerja di kapal-kapal ikan milik asing. Film yang disutradari oleh Kasan Kurdi tersebut menampilkan banyak footage yang direkam sendiri oleh para ABK dengan menggunakan ponsel. Di film tersebut, para ABK juga bercerita bagaimana penderitaan yang mereka alami selama bekerja di kapal-kapal asing.









