Kepala BRMP Maluku, Gunawan, menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, sinergi lintas lembaga semacam ini merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan modernisasi pertanian di wilayah kepulauan seperti Maluku.
“Kami siap mendukung kolaborasi ini melalui pendampingan teknis, pelatihan, serta penerapan teknologi unggulan, baik di peternakan maupun hortikultura yang adaptif terhadap kondisi agroklimat di Kabupaten Buru,” terang Gunawan.
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan awal untuk menyusun peta jalan kolaborasi. Beberapa poin penting yang akan ditindaklanjuti adalah identifikasi komoditas prioritas, perancangan program pelatihan terpadu, dan pembentukan tim kerja lintas sektor yang melibatkan BRMP, organisasi petani, dan unsur pemerintah daerah.
Mewujudkan Pertanian Modern dari Desa
Gagasan yang dibawa oleh Dali Fahrul Syarifudin mencerminkan semangat untuk mempercepat terwujudnya pertanian maju, mandiri, dan modern di Maluku. Lewat pendekatan kolaboratif antara wakil rakyat, lembaga teknis, dan komunitas petani, Kabupaten Buru didorong menjadi kawasan percontohan modernisasi sektor pangan.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada cara-cara lama. Saatnya masyarakat desa kita fasilitasi agar bisa menguasai teknologi pertanian modern. Di situlah masa depan pangan kita,” pungkas Dali, optimis.









