Porostimur.com, Bantul – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi perhatian publik setelah beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berisi pesan tidak senonoh kepada mahasiswi.
Unggahan yang pertama kali muncul di media sosial pada 10 Juli 2026 itu dengan cepat menyebar melalui platform Threads dan Instagram, memicu berbagai tanggapan dari masyarakat serta mendorong pihak kampus mengambil langkah penanganan.
Rektorat UMY membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Penanganannya kini dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UMY.
Ketua Satgas PPKPT UMY, King Faisal Sulaiman, mengatakan pihak kampus telah melakukan penyelidikan awal terhadap laporan yang diterima.
“Memang benar adanya dugaan kasus tersebut, dan pihak kampus telah menugaskan kami untuk melakukan penyelidikan mendalam,” kata King Faisal saat memberikan keterangan pers di lobi Rektorat UMY, Sabtu (18/7/2026).
Terlapor Dinonaktifkan Sementara
Dalam penyelidikan awal, Satgas PPKPT meminta klarifikasi kepada dosen berinisial FK yang dilaporkan oleh mahasiswanya.
Menurut King, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terlapor mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Meski demikian, pihak kampus menegaskan proses investigasi masih terus berjalan untuk mengumpulkan seluruh fakta dan alat bukti.









