Eks Panglima Laskar Jihad Sering Bawa Pedang Samurai

oleh -460 views
Link Banner

@Porostimur.com | Makassar : Peristiwa perusakan rumah warga di Koya Barat, Jayapura, Papua, yang dilakukan mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib bersama enam orang pengikutnya dilakukan dengan menggunakan benda tajam, salah satunya adalah pedang samurai.

Sebagaimana dilansir kompas.com, dalam sidang lanjutan perkaranya yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, dakwaan Jaksa Penuntut Umum menyebut bahwa Jafar beserta pengikutnya memiliki beberapa pedang yang tidak memiliki izin. Hal ini juga dibenarkan pengacara Jafar, Achmad Michdan.

Menurut Achmad, eks panglima Laskar Jihad membawa pedang untuk melindungi diri, bukan untuk menyerang.

“Kalau pun ada kaitannya dengan senjata tajam, itu sebetulnya bagian lain karena ustaz itu tinggal di daerah Papua yang rawan dengan OPM,” kata Achmad Michdan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (19/6) lalu..

Achmad Michdan menceritakan, Jafar Umar Thalib bersama pengikutnya pernah dicegat oknum Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan cara merobohkan pohon ke atas mobil milik Jafar.

Baca Juga  AKBP Leo Surya Nugraha Simatupang Jabat Kapolresta Ambon

Merasa terancam, santri-santri dari Jafar Umar Thalib mengeluarkan samurai dan senjata lainnya hingga anggota OPM tersebut lari.

Selain itu, jarak tempat tinggal Jafar Umar Thalib dengan lokasi dakwah di Provinsi Papua sangat jauh. Sehingga untuk memastikan keamanannya dari OPM, ia sellau menyimpan senjata tajam itu di mobil miliknya.

“Jadi itu senjata bukan untuk apa-apa itu untuk mengamankan diri,” imbuhnya.

Terkait perusakan rumah warga yang dilakukan Jafar dengan samurai itu, Achmad Michdun berkilah bahwa pedang itu bukan untuk menyerang warga, tetapi untuk alat-alat speaker yang memperdengarkan suara keras yang dirasa Jafar mengganggu dakwahnya di masjid.

“Senjata itu dibawa untuk keamanan dirinya dan digunakan tidak untuk kepada orang yang melakukan gangguan itu, tetapi kepada alat-alatnya,” pungkasnya.

Baca Juga  Dugaan Penistaan Agama di Kabupaten kepulauan Sula, Ini Reaksi MUI

Sebelumnya diberitakan, mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar dalam kasus pengrusakan rumah warga di Koya Barat, Jayapura, Papua pada 27 Februari 2019 lalu yang menjadikannya sebagai terdakwa. Pemindahan ini dilakukan karena alasan faktor keamanan.

Ketua tim Jaksa Penuntut Umum Muhammad Iryan mengatakan, Jafar Umar Thalib beserta enam pengikutnya ditahan di rutan Polda Sulsel. Saat dibawa menuju ke pengadilan, ratusan anggota kepolisian turut mengawal kedatangan pendiri Pondok Pesantren Ihya’as Sunnah ini. (red)