Dalam kasus ini, Bripda Nesti ditangkap dua kali dengan dugaan berkiblat pada kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Nesti pertama kali ditangkap oleh Polda Jawa Timur saat dia mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Mei 2019.
Saat itu dia hendak ke Surabaya menggunakan identitas palsu. Terakhir, Bripda Nesti kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta. (red/rtl/dtc)




