Senja di Pantai Capalulu, Sepotong Janji Manis dari Tanah Sula

oleh -142 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Menikmati pantai kala sore hari rasanya tak lengkap jika tak juga menantikan cahaya jingga di ujung cakrawala. Lembayung senja itu benar-benar menjadi pemandangan indah yang sangat sayang dilewatkan.

Seperti di Pantai Capalulu. Pantai yang terletak di Desa Capalulu, Kecamatan Mangole Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara ini menawarkan keindahan itu.

Menyaksikan senja dan menikmati jingga dari sini dapat menghilangkan rasa penat pascaaktivitas seharian.

Senja di Pantai Capalulu, berdiri di batas air memandang cakrawala jingga kekuningan dengan birunya laut lepas. Hamparan pasir putih yang menghampar dan ombak keperakan menyapu-menghempas tepi laut yang menawan.

Di belakangnya, hamparan pohon kelapa dan bukit-bukit hijau terhampar syahdu. Hati siapakah yang tidak jatuh cinta?

Baca Juga  Mahasiswa Indong Gelar Musyawarah IPMI di Ternate

Senja di Pantai Capalulu terlampau elok untuk diceritakan. Ia patutnya dipotong, dicuri, seperti ulah Sukab dalam dalam cerpennya Seno Gumira Ajidarma ‘Sepotong Senja untuk Pacarku’.

Ya senja di Capalulu layak untuk dicuri lalu dipotong-diambil, disimpan di saku kiri. Kemudian mengirim potongan cakrawala itu untuk sang kekasih.

Bersama Surat ini kukirimkan padamu sepotong senja – dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah Kamu menerimanya dalam keadaan lengkap? Seperti setiap senja di pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan,” kata Sukab dalam sebuah fragmen.

Capalulu menawarkan janji indah seperti senja dalam cerpen itu. Selama langit bersih, musim teduh dan angin sedang barat, sunset takan lepas dari mata.

Baca Juga  Melonjak Drastis Jumat Hari Ini, Sudah 3.512 Orang di Indonesia Positif Virus Corona

Apalagi, ia merupakan pantai perawan yang belum banyak diketahui orang. Sepi sampah, dan kebisingan-kebisingan lain dari arus gerak perputaran ekonomi. Tempat favorit untuk mengasingkan diri dari jenuhnya rutinitas harian.

Indah tak terkira, itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya. Keindahannya membawa kedamaian di sanubari.

Apabila kita memandang dari lubuk hati semedi yang dalam, panorama alam saat senja dari tepi pantai Atapupu mampu menghantar kita untuk “hidup sejenak di surga ketujuh”: betapa indah dan mengesankan! (red)