Pendapat mayoritas dalam persidangan ditulis oleh Hakim Benedito Goncalves, yang mengatakan Bolsonaro menggunakan pertemuan dengan para duta besar untuk “menyebarkan keraguan dan memicu teori konspirasi.”
Sedangkan Alexandre de Moraes, musuh lama Bolsonaro yang saat ini memimpin TSE, bergabung dengan mayoritas dan mengatakan Bolsonaro telah menyebarkan “rantai kebohongan dan berita palsu” dalam pidatonya yang “radikal” kepada para duta besar.
Sementara itu, Bolsonaro membantah semua hal yang dituduhkan kepadanya. Ia menyebut keputusan itu sebagai tikaman dari belakang, dan mengatakan dia akan terus bekerja untuk memajukan politik sayap kanan di Brasil.
Namun, keputusan TSE bukan satu-satunya masalah Bolsonaro. Dia masih harus berhadapan dengan banyak penyelidikan kriminal yang masih bisa membawanya ke balik jeruji besi, seperti memalsukan sertifikat vaksinasi Covid.
AFP memberitakan kontroversi lainnya adalah dugaan percobaan impor ilegal hingga “penggelapan” perhiasan bernilai jutaan dolar yang diberikan Arab Saudi.
Kendati demikian, Bolsonaro menyatakan bersama kuasa hukum bakal mengajukan banding ke Mahkamah Agung atas putusan pengadilan Pemilu.
sumber: CNN





