Komposisi Tim dan Skema Pergerakan
Tim ekspedisi berjumlah 12 pendaki, terdiri dari Perhimpunan KANAL Buru sebanyak 10 orang yakni Handoko, Ronal, Apo, Adji, Hasan, Arlan, Dino, dan Ilham, serta dua pendaki perempuan dari Mapala Wanacita, Septi Yanti Mujid dan Lestari Tuharea. Sementara dari sisi organisasi, tim didukung oleh KANAL Buru (6 orang), KANAL Ambon (4 orang), dan Mapala Wanacita (2 orang).
Dalam pelaksanaan pendakian, diterapkan skema pergerakan ekspedisi dengan sistem Regu Pembuka Jalur (RPJ) dan Regu Pembawa Logistik (RPL). Selama operasional, tim dibagi menjadi tiga kelompok utama, yakni RPJ yang bertugas membuka jalur, tim komunal yang mengikuti jalur yang telah dibuat, serta RPL yang bertanggung jawab mendorong dan membawa logistik pendakian.
Terjebak Banjir dan Tantangan Medan
Pada hari pertama dan kedua pendakian, tim menyusuri aliran sungai sebagai jalur awal. Namun, intensitas hujan tinggi menyebabkan banjir yang membuat tim terjebak dan terpisah menjadi tiga kelompok, bahkan harus bermalam secara terpisah selama satu malam di tengah hutan.
“Kondisi alam sangat menantang, terutama saat banjir datang tiba-tiba. Tetapi koordinasi dan disiplin tim membuat semua anggota tetap aman,” kata Iskandar.
Untuk mencapai puncak, tim membutuhkan waktu delapan hari dengan fokus membuka jalur pendakian, sementara perjalanan turun ke desa ditempuh selama tiga hari.









