Enam Puisi Nuriman Bayan

oleh -52 views
Link Banner

Malam di Lilinga

Dan kamu mesti percaya, ada yang lebih dulu jatuh ke bumi. Angin hanya bisa menggoyangkan daun dan rantingnya, tidak bisa mencabut akarnya. Semakin kencang angin bertiup, semakin dalam ia menancap. Kamu cukup menjadi saksi, dan tak perlu merasa tersiksa.

======

Aku Tulis Sebuah Dunia

Aku potret sebuah dunia
kemudian menyimpannya ke dalam kata-kata

aku tulis lautannya,
ombak datang memukulku

aku tulis pantainya,
aku kehilangan kerang, kepiting, dan ikan-ikannya

aku tulis daratannya
sungai-sungai datang melibasku

aku tulis tanah dan gunung-gunungnya
aku kehilangan pohon dan burung-burungnya

aku tulis langitnya,
aku kehilangan bulan, matahari, dan bintang-bintangnya

aku tulis bangsanya,
aku kehilangan tanah airnya

Baca Juga  Merasa Tidak Adil, Pengusaha Kedai Kopi di Kepulauan Sula Curhat dengan Komisi II DPRD

aku tulis tanah airnya,
aku kehilangan bangsanya

aku tulis hukumnya
aku kehilangan kemanusiaannya

aku tulis kemanusiaannya
aku kehilangan ketuhanannya

aku tulis ketuhanannya
aku kehilangan diri sendiri.

Aku tulis sebuah dunia
penjaganya, kita berdua

kita yang aku tulis berulang-ulang
selalu berubah menjadi saya

dan aku tak tahu
saya itu siapa
apakah kita
dia, atau mereka?

2021

=======

Dan Esok

Dan esok tubuh kita masih sama, seperti patahan-patahan kayu, sebagian tertinggal di pohon, sebagian dibawa pergi. Tetapi pada awalnya kita adalah benih, ada yang menanam dan merawat hingga besar. Mungkin saja waktu yang membelah, mungkin juga nasib.

Dan esok kepala kita masih sama, seperti rumah tua yang sunyi dan rindu. Di dalamnya, ada seseorang yang menunggu diam-diam. Ia yang pulang, atau ia yang tak sempat, tetaplah anaknya.

Baca Juga  Lima Puisi Nuriman Bayan

2021

=======

Perjalanan

Orang-orang bilang hidup adalah perjalanan, maka saya pun berjalan-jalan: ke pantai, ke kebun, ke tempat-tempat saya belajar dan bekerja. Meski saya tahu, tanpa berjalan pun saya pasti sampai pada ujungnya.

2021

======

Jari Kami

Kami tanam jari
di bawah matahari
hujan datang mandikan kami

jari kami tumbuh
memberi kami tubuh

jari kami tumbuh
menjadi wangi

kami tumbuh
menjadi harum.

2021

========

Menepilah

Jika bulan-bulan
kemarin adalah kapal
di tengah badai
Ramadan adalah dermaga,

maka menepilah!
Bayarlah semua yang kau anggap utang!

Bukankah kau ingin rindu harus dibayar tuntas?

2021