Enam Relawan Mengaku Dipecat Mendadak, Kepala SPPG Amasing Kota Disorot

oleh -147 Dilihat
Enam relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Amasing Kota, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengaku diberhentikan secara tiba-tiba tanpa mendapatkan penjelasan mengenai dasar maupun mekanisme pemberhentian.

Persoalan itu, kata Zumira, menjadi salah satu hal yang dipertanyakan para relawan karena mereka menilai mekanisme pemberhentian seharusnya disampaikan secara jelas kepada pekerja yang terdampak.

Ia juga menceritakan kondisi salah seorang relawan yang sedang sakit dan sempat menjalani perawatan hingga harus diinfus.

Menurut Zumira, foto kondisi relawan tersebut bahkan telah dikirimkan ke grup WhatsApp yang beranggotakan pihak dari divisi masak, asisten lapangan, serta bagian akuntan.

“Di grup juga ada yang mendoakan agar cepat sembuh. Tetapi kemudian namanya tetap masuk dalam daftar pemberhentian,” katanya.

Para relawan mempertanyakan keputusan tersebut karena mengaku tidak mendapatkan surat peringatan maupun penjelasan mengenai tahapan sebelum pemberhentian.

Baca Juga  Prabowo Telepon Bahlil di Tengah Pidato Gubernur Maluku, Senyumnya Jadi Sorotan

Berdasarkan keterangan para relawan, terdapat sekitar 42 orang yang bekerja di SPPG Amasing Kota. Dari jumlah tersebut, enam orang disebut diberhentikan.

Mereka juga menyebut kegiatan distribusi makanan di SPPG tersebut mencapai lebih dari 2.000 porsi per hari.

Para relawan menilai kondisi tersebut menunjukkan besarnya beban operasional yang selama ini mereka jalankan dalam mendukung pelayanan pemenuhan gizi masyarakat.

Relawan Soroti Upah dan Minta BGN Turun Tangan

Selain persoalan pemberhentian, para relawan juga menyoroti persoalan upah yang mereka terima.

No More Posts Available.

No more pages to load.