Engelina: Kehadiran Industri Petrokimia di Blok Masela Jadi Ujian Nyata Kebijakan Hilirisasi Pemerintahan Jokowi

oleh -365 views

“Jangan sampai Maluku diperlakukan seperti di Bintuni Papua yang hanya untuk LNG semata, sementara industri petrokimia belum direalisasikan hingga saat ini. Sudah lebih dari 10 tahun tetapi tidak ada petrokimia di sana. Hal ini tidak boleh terulang lagi di Maluku,” tegas Engelina.

Lebih jauh Engelina mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo dan sejumlah Menteri telah mengumandangkan kebijakan hilirisasi untuk membangun industri dalam negeri, sehingga semua sumber daya alam bisa dikelola di dalam negeri untuk menghidupkan industri, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan Negara.

“Jangan sampai di tengah jalan nanti ada Menteri yang menelikung kebijakan Presiden Jokowi ini. Kita akan lihat apakah pemerintah membangun industri petrokimia di Maluku atau tidak? Kalau tidak ada, maka ini akan sangat resisten karena akan mengundang tanya rakyat Maluku,” tukasnya.

Engelina menjelaskan, sebaiknya realisasi pasokan gas untuk industri petrokimia melalui jalur pipa. Sebab, kalau pasokan gas berupa LNG, tentu akan menjadikan industri petrokimia tidak ekonomis, karena beban liquifaksi untuk mengubah gas menjadi LNG dan belum lagi biaya regasifikasi untuk mengubah LNG menjadi gas kembali.

“Tapi kalau melalui jalur pipa, maka akan lebih murah. Saya kira, hal seperti ini harus dipikirkan dan tentu banyak anak bangsa yang jauh lebih paham mengenai hal yang begini, kalau benar-benar ada keberpihakan untuk daerah penghasil, sehingga bisa menikmati multiplier effect dari Blok Masela,” papar Engelina.

Menurut mantan Anggota DPR/MPR ini, pembangunan industri petrokimia bisa saja berkolaborasi dengan swasta. Sebab, kalau diserahkan begitu kepada BUMN atau anak perusahaannya, juga tidak ada jaminan akan segera direalisasikan. Hal ini bisa dilihat dengan industri petrokimia di Bintuni, Papua Barat, yang tidak jelas pembangunannya sampai saat ini.

“Tapi swasta juga harus dilihat rekam jejaknya dan kalau boleh yang sudah memiliki petrochemical plant yang terbukti beroperasi. Jangan sampai jatuh ke tangan swasta yang hanya bagus di atas kertas, tetapi sesungguhnya hanya calo yang akan menjual hak alokasi gas ke pihak lain lagi,” tegasnya.

Migas Seram
Menurut Engelina, keberadaan industri petrokimia di Maluku sangat penting. Sebab, selain Blok Masela masih ada beberapa blok gas yang juga memiliki kandungan gas sangat besar.

Baca Juga  Tanya Seputar Jaksa

Apalagi, kata Engelina, belum lama ini Menteri ESDM mengungkapkan kalau Pertamina dan Petronas tertarik mengembangkan Seram dan sedang melakukan kajian. Sesuai data awal ESDM diperkirakan ada potensi minyak hingga 7.569 MMBO dan gas 13,79 TCF.

No More Posts Available.

No more pages to load.