Epos Muslim Anatolia: Kisah Cinta Sampai Mati Tahir dan Zuhre

oleh -20 views

Gaya khas kisah cinta yang muncul di Arab abad keenam adalah gaya Jamil Al-Udhri (w. 701 M), yang kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah dan Asia Tengah seiring dengan kebangkitan Islam.

“Kisah cinta udhri menekankan pengertian tentang kehormatan dan kesucian dalam hubungan romantis, membedakannya dari penggambaran cinta yang khas, yang memasukkan unsur erotis,” tulis Indlieb Farazi Sabre dalam artikelnya berjudul “Why love always hurts in udhri poetry” yang dilansir Middle East Eye (MEE).

Pengaruh penceritaan udhri menyebar di luar dunia berbahasa Arab ke kelompok Muslim lainnya, termasuk berbagai orang Turki.

Menurut Indlieb Farazi Sabre, salah satu cerita rakyat Anatolia yang populer, yang mencontohkan genre udhri, adalah cerita Tahir dan Zuhre.

Baca Juga  Rekor-rekor Terpecahkan di Pekan Pertama Euro 2024, dari Guler hingga Pepe

Baca Juga

Menakjubkan! Begini Kisah Cinta Zulaikha kepada Nabi Yusuf

Kisah itu dimulai dengan seorang sultan yang kuat mengungkapkan kegembiraannya karena memiliki segalanya dalam hidup kecuali kegembiraan menjadi ayah, sebuah sentimen yang dipahami oleh wazirnya yang tidak memiliki anak.

Mereka memutuskan untuk mencari bantuan seorang pesulap untuk memiliki anak dan pewaris kekayaan dari garis keturunan mereka.

Pesulap memberi mereka apel ajaib untuk dibagikan, meyakinkan mereka bahwa mereka berdua akan diberkati dengan keturunan. Anak sultan akan diberi nama Zuhre, dan putra wazir akan diberi nama Tahir. Namun, pasangan tersebut diperingatkan bahwa Tahir dan Zuhre tidak boleh dipisahkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.