Bel-Air adalah kawasan perumahan mewah di kaki pegunungan Santa Monica yang hijau. Itu sekarang. Kiwari, Bel-Air bahkan menjelma lingkungan perumahan supermewah
di sisi barat Los Angeles, California, di kaki bukit Pegunungan Santa Monica.
Tapi kemewahan itu, belum menjadi apa-apa pada tahun 1920-an. Bel-Air hanya gurun tempat melarikan diri para “bajingan” pekerja film Hollywood dari rutinitas melelahkah memproduksi film, kala itu.
Untuk kemudian, melepaskan nafsu hewaninya, melakukan kegiatan pesta pora secara massal, ditemani segunung kokain, bergelas-gelas wine dan alkohol, ditemani gajah sesungguhnya, sembari melakukan pesta sex bersama (orgi). Berria sambil berlupa.
Sebejat itukah para pekerja film Hollywood melampiaskan dan melepaskan nafsu liar mereka? Apakah memang demikian yang terjadi saat itu? Atau hanya kisah yang didramatisir belaka, sehingga menjadi cerita yang berlebihan?
Demikianlah yang dikisahkan dalam film ditulis dan disutradarai Damien Chazelle dalam menarasikan versinya.

Babylon (Paramount Pictures )
Kehidupan orang-orang Hollywood adalah super dekaden, bobrok, pepak dengan segala kebejatannya. Moral tak ada artinya di sini, Hollywood tahun 1920-an, ketika industri film mulai beralih dari film bisu ke dunia film bersuara, adalah kehidupan dengan sepenuh keliarannya. Bobrok sejadi-jadinya.









