2. Masalah kepribadian
Selain itu, masalah kepribadian tertentu juga bisa menjadi penyebab perilaku flexing. Ada beberapa masalah kepribadian yang membuat orang menginginkan pengakuan dari orang lain bahwa dirinya yang paling hebat dan lain sebagainya.
3. Perasaan insecure
Saat dirinya kurang dihargai dan tidak dianggap penting oleh orang lain, maka rasa insecure pun menghampirinya. Nah, cara untuk menyingkirkan perasaan tersebut salah satunya dengan melakukan tindakan flexing. Mereka ingin menunjukkan pada semua orang bahwa dirinya berhak untuk diakui dan dihargai.
4. Tekanan sosial
Terakhir, tekanan sosial di lingkungan masyarakat tertentu juga bisa menjadi penyebab tindakan flexing. Sebab, lingkungan yang toxic biasanya akan terus menuntut orang yang ada di dalamnya untuk memamerkan kekayaan.
4. Akibat flexing
Jika hal itu dibiarkan, dampak yang ditimbulkan dari perilaku flexing adalah seperti di bawah ini.
1. Sulit mendapatkan teman
Perilaku flexing sering kali membuat orang lain tidak nyaman. Hal itu juga terjadi pada hubungan personal orang yang melakukannya.
Sebab, banyak orang yang cenderung ingin berteman dengan orang yang selevel dengannya saja alih-alih berteman dengan orang yang berpenampilan dan berperilaku seolah-olah ia lebih berada. Akhirnya, orang yang flexing pun akan sulit mendapatkan teman karena tidak nyaman.









