Berdasarkan rekap sementara hingga 16 September 2026, bantuan yang berhasil dihimpun terdiri dari uang tunai sebesar Rp7,6 juta, beras 1 ton ditambah 57 karung, mie/Sarimi/mie instan sebanyak 200 karton, minyak goreng 170 liter ditambah 4 karton minyak kelapa, gula pasir 118 kilogram, serta 60 buah peralatan dapur.
Elthon menjelaskan, keberagaman bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Sebab, menurutnya, kebutuhan warga setelah konflik tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan.
“Karena itu kita tidak membatasi bantuan hanya pada bahan makanan. Ada kebutuhan rumah tangga yang juga penting, termasuk peralatan dapur dan barang pecah belah,” ujarnya.
Relawan Pastikan Donasi Terdata
Dalam proses pengumpulan dan pengelolaan bantuan, sejumlah relawan turut mengambil bagian.
Jovandri Kalaimena terlibat dalam koordinasi relawan, sementara Mario Kakisina dipercaya sebagai Kepala Gudang untuk memastikan bantuan yang masuk ditata dan dipersiapkan sebelum diberangkatkan.
Adapun Abdul Gani Lekahena bertugas sebagai Kepala Bidang Administrasi dan Pencatatan Donasi Bantuan, dengan tanggung jawab melakukan pencatatan seluruh bantuan berdasarkan jenis dan jumlah yang diterima.
Elthon mengatakan keterlibatan berbagai pihak dalam aksi kemanusiaan tersebut menunjukkan adanya kepedulian terhadap masyarakat Lisabata–Patahuwe yang sedang menghadapi kondisi sulit.










