Porostimur.com, Tel Aviv – Kegagalan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran berujung pada perombakan internal di tubuh Mossad. Dua pejabat senior badan intelijen Israel itu dilaporkan dicopot dari jabatannya setelah operasi yang disebut disusun bersama Amerika Serikat (AS) gagal mencapai tahap pelaksanaan.
Laporan tersebut diungkap media Israel, Channel 12, Kamis. Dua pejabat yang diberhentikan masing-masing disebut menjabat sebagai kepala direktorat intelijen Mossad dan kepala divisi Iran. Identitas keduanya tidak dipublikasikan.
Menurut laporan tersebut, rencana itu dirancang untuk memicu gerakan dari dalam Iran guna menentang pemerintah, termasuk memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok oposisi. Skenario tersebut disebut akan berlangsung di bawah perlindungan udara militer gabungan Israel dan AS.
Namun, berdasarkan sejumlah penilaian yang dikutip Channel 12, rencana tersebut gagal atau bahkan tidak pernah memasuki tahap operasional.
Hubungan Memanas, Mossad Berbenah
Sumber keamanan Israel yang dikutip Channel 12 menyebut hubungan Direktur Mossad Roman Gofman dengan kedua pejabat tersebut telah tegang sejak awal.
Pemecatan itu disebut berlangsung di tengah perombakan yang lebih luas terhadap jajaran pimpinan dan perubahan prioritas Mossad, terutama dalam menghadapi isu Iran.









