Kapolda Diminta Periksa dari Hulu hingga Hilir
Rumahlattu mendesak Kapolda Maluku segera memerintahkan jajarannya melakukan pemeriksaan langsung di Wai Riuwapa.
Pemeriksaan, menurutnya, harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dokumen perizinan, lokasi pengambilan, volume material, alat berat yang digunakan, kendaraan pengangkut, pihak yang melakukan kegiatan, hingga tujuan akhir material.
“Kapolda harus turun tangan. Aktivitasnya masih berjalan sampai hari ini. Jangan sampai masyarakat terus bertanya-tanya sementara kegiatan tetap berlangsung,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat memastikan apakah material yang diambil benar-benar digunakan untuk proyek jembatan sebagaimana disebutkan, atau terdapat peruntukan lain di luar proyek tersebut.
Menurutnya, penelusuran alur material penting dilakukan agar tidak muncul dugaan bahwa aktivitas pengambilan material hanya menggunakan proyek pemerintah sebagai alasan.
Dugaan Tak Berizin Harus Dibuktikan
Rumahlattu menegaskan, penyebutan dugaan tidak berizin bukan dimaksudkan untuk menghakimi atau menuduh pihak tertentu.
Ia justru meminta aparat melakukan verifikasi secara objektif dengan memeriksa dokumen dan kondisi faktual di lapangan.
“Kalau izinnya ada, tunjukkan. Kalau tidak ada, harus dihentikan dan diproses sesuai aturan. Kami tidak mau menuduh sembarangan, karena itu aparat harus periksa,” tegasnya.









