Tak hanya itu, Amru menegaskan, pihaknya telah mengetahui di mana titik kelemahan yang menjadi fokus pengawasan.
“Contohnya form salinan merupakan fokus kita dalam pemungutan suara, karena disitu terdapat celah untuk kita awasi,” ujar Amru.
“Walaupun ada tantangan basah ini, maka sifat manusia itu lelah, dan proses hitung selesai, tentu kita semua tahu. Bila ada niatan jahat, pasti dia akan lakukan. Maka dari itu, kami pastikan Form salinan benar-benar tidak berubah dengan Form C-hasil,” jelasnya.
Sementara dalam perekapan dari tingkat PPK itu, yang dilihat adalah Form C-salinan, bukan Form Plano. “Ketika kita cocokkan data Form salinan dia sama dengan antar peserta Pemilu, saksi, dan PPK. Bila sama, sudah tentu tidak ada keberatan disitu,”ungkapnya.
Amru menambahkan, sebagai lembaga dengan menjalankan fungsi pengawasan, pihaknya memastikan tidak ada satu suara pun yang bergeser dalam proses pemungutan suara nanti. (Mansyur Armain)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









