Gema Suba Apresiasi Bupati Halsel yang Izinkan Salat Idul Adha di Masjid Kesultanan Bacan

oleh -161 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Meskipun  COVID-19 masih melanda bumi dan juga negeri Hal-Sel ini, namun atas izin Bupati Halmahera Selatan, Hi. Usman Sidik, maka pelaksanaaan Ibadah Salat Idul Adha 1442 H yang bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021 ini tetap dilaksanakan dengan menaati protokol kesehatan serta durasi pelaksanannya diperpendek dari biasanya.

Izin pelaksanaan Ibadah Shalat Idil Adha tersebut tertuang dalam Surat Edaran no 450.1/2093/2021 tentang panduan pelaksanaan Ibadah Shalat Idil Adha 1442 H dan penyelenggaran pemotongan hewan qurban, yang ditanda tangani oleh Bupati pada tanggal 14 Juli 2021.

Edaran dan izin bupati Halmahera Selatan, Hi. Usman Sidik yang juga menjabat sebagai Ompu Datuk Sapanggala Kesultanan Bacan itu disambut hangat oleh seluruh masyarakat Halmahera Selatan khususnya yang berada di Amasing Kota karena dianggap sangat bijaksana dan Agamis.

Berdasarkan Surat Edaran tersebut maka seluruh masjid di wilayah Halmahera Selatan terutama Masjid Kesultanan Bacan dan tiga Mushalla binaannya dapat melaksanakan Ibadah yang di sunnahkan Allah SWT.

Sebagaimana biasa, pada setiap momentum hari- hari besar Islam terutama pada penentuan 1 Ramadhan, 1 Syawal (Idil Fitri) dan 10 Dzulhijjah (Idil Adha) serta hari besar Islam lainnya, Kesultanan Bacan selalu memusyawarahkan tekhnik dan petugas pelaksanaanya di Masjid Kesultanan Bacan.

Baca Juga  Benahi Birokrasi, Gaji ASN Ditahan Apabila 3 Hari Tidak Berkantor

Untuk itu, pada momentum Idil Adha tahun ini dan sesuai hasil keputusan Musyawarah yang dipimpin oleh Ompu Datuk Alolong (Jogugu), Hi. Mochdar S. Gani Arif pada tanggal 13 Juli kemarin, maka telah diputuskan personel yang ditugaskan pada masjid Sultan Bacan dan tiga Mushalla Binaan.

Personel yang ditugaskan itu diantaranya adalah Ompu Ihwan Soleman (Kabid Keagamaan Gema Suba) yang bertugas sebagai Imam di Mushalla Hidaayatu Salikhin, Ompu Muhlis MS. Ahya (Sekretaris Gema Suba) yang bertugas sebagai Khatib di Mushalla Baiturrahmaan dan Ompu M. Husni Muslim (Ketua Gema Suba) yang bertugas sebagai Khatib di Mushalla Nurul Iman.

Ompu Mahmud Ratuela selaku pengurus Masjid Kesultanan Bacan menyampaikan bahwa meskipun pada tahun- tahun sebelumnya ketiganya sempat menolak tawaran kami, namun sejak bergabungnya ketiga utusan Gema Suba ini pada 2018 lalu, maka Bobato Akherat Kesultanan Bacan semakin menemukan bentuk dan gaungnya.

Baca Juga  Buka Forum Konsultasi Publik, Usman Sidik Ingatkan Visi Senyum Halmahera Selatan

Untuk itu, kami sangat berterima kasih kepada ketiganya karena meskipun masih muda dan padatnya aktifitas kerja namun sudah mau mengabdikan diri pada agama dan Kesultanan Bacan. Kami juga berharap ada anak muda lainnya yang siap mengabdikan dirinya seperti mereka bertiga.

Terpisah dari itu, M. Husni Muslim dalam Khutbahnya menyebutkan bahwa pernakah kita bertanya dalam hati sanubari kita, kenapa Nabi Ismail yang masih belia dengan cepat dapat menjawab pertanyaan ayahnya bahkan Istiqamah dengan jawabannya? Kenapa iya rela untuk disembelih? Karena jika itu di lakukakan oleh Nabi Ibrahim As, maka itu sesuatu yang wajar, sebab Nabi Ibrahim adalah seorang Nabi yang wajib menjalankan seluruh perintah Allah Swt. Namun bagaimana dengan seorang anak kecil bernama Ismail yang saat itu belum dituntun dengan wahyu?.

Jawabannya sangat sederhana, karena Nabi Ibrahim As telah menancapkan Pendidikan Aqidah yang murni sejak dini kepada Ismail As sebagai bekal dan perisai dalam menjalani tantangan kehidupan.

Baca Juga  Cuma Gara-gara Nenas, Perselisihan Taiwan-China Makin Panas!

Seluruh kepatuhan dalam menjalankan risalahnya terutama dalam syiar Aqidah yang mantap dan serius kepada alam terutama terhadap anaknya Ismail As telah menghantarkan Nabi Ibrahim As pada puncak Kerasulannya dan dikenang sebagai bapaknya para Nabi dan pemimpin seluruh ummat Manusia.

Di Akhir Khutbahnya, M. Husni mengajak para jama’ah berdoa agar semoga Allah yang maha pengasih dan penyanyang segera mengangkat pandemi covid-19 ini supaya kita dapat menjalani kehidupan seperti sebelumnya.

Selain itu, ia juga berdoa semoga negeri ini dianugerahi anak dan generasi yang kenal dan cinta dan istiqamah dalam menjalankan perintah agama, bukan anak dan generasi yang justru melanggar norma hukum dan Syari’at Islam, seperti Kufur ni’mat, memutar balikan fakta, pecandu miras dan narkoba, berpihak pada kebathilan dan memusushi kebenaran serta berbagai perbuatan jahat lainnya. Aaamin. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.