Gentengisasi

oleh -26 Dilihat

Kuat dugaan saya bahwa Prabowo sendiri tidak pernah menginjakkan kaki di pantai-pantai itu. Dia hanya mendapat laporan. Tidak peduli pula bahwa sampah datang dari mana-mana seturut musim dan gelombang yang membawanya.

Tapi itu tidak masalah. Pegawai-pegawai, militer, polisi, dan sekolah-sekolah berlomba-lomba setor muka. Semua ingin menyenangkan penguasanya. Lebih-lebih mereka yang mendapat makan dan mencari makan dari negara. Tentu, mereka pertama-tama harus mengabdi kepada kepala negara, bukan? Tidak peduli bahwa makanan mereka sebenarnya disumbang oleh tukang parkir, supir ojol, dan buruh bangunan.

Dan, bahkan dari tukang antar (delivery) makanan. Apakah tidak cukup aneh bahwa tukang antar makanan mengantarnya kepada orang yang makan dari pajak yang dikutip dari kerja mereka?

Baca Juga  Tinggal 2 Hari, PLN UIW MMU Ajak Pelanggan Manfaatkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Namun sekali lagi, itu tidak jadi soal. Yang penting tepuk tangan dulu. Yang penting perlihatkan ketundukan. Makin dalam makin baik. Makin lantang memekik makin heroik.

Ketika menonton pidato tersebut, saya tertegun. Serius? Dia tahu yang dia omongkan? Pernahkah ia bayangkan membawa genteng ke daerah bencana untuk membangun rumah-rumah baru untuk mereka yang terkena banjir dan lumpur? Jelas, dia tidak pernah punya bayangan itu sama sekali.

No More Posts Available.

No more pages to load.