GenZ dalam Kemelut Revolusi: Kisah Tiga Negara

oleh -274 views

Yang membedakan revolusi Nepal dengan Sri Lanka dan Bangladesh adalah pemicu yang menyulut perlawanan. Untuk Nepal pemicunya adalah pemblokiran media sosial; bagi Sri Lanka krisis ekonomi – larangan impor pupuk kimia; sementara di Bangladesh soal kontroversi kuota untuk menjadi pegawai negeri.

Dibalik isu pemicu revolusi, yang sepertinya “sepele” itu tersimpan magma merajalelanya korupsi, kolusi, manipulasi, dan ketimpangan sosial. Situasi kontras penderitaan rakyat miskin versus snobisme dan hedonisme keluarga elit-politik yang pamer kekayaan, berjoget-joget di media sosial. Magma kemarahan rakyat itu meledak menjadi lava yang membakar.

Tiga perdana menteri harus mundur, kabur atau dievakuasi dari istana, lari lintang pukang, seperti maling yang ketahuan takut diamuk massa. PM Sharma Oli kabur dari Kathmandu-Nepal, Presiden Gotabaya Rajapaksa dari Kolombo-Sri Lanka, dan Perdana Menteri Sheikh Hasina dari Dhaka-Bangladesh. Peristiwa kaburnya para pemimpin negara, karena takut amukan rakyatnya, akan tercatat sebagai titik balik revolusi sipil di tiga negara Asia Selatan ini.

Baca Juga  Bupati Halsel Pastikan Tak Ada Tenaga PPPK yang Dirumahkan

Pertanyaan menarik, siapa memimpin gerakan massa rakyat yang membuat para pemimpin negara itu mundur-kabur kalang-kabut? Jawaban ringkasnya, tidak ada. Rakyat menyerbu istana negara tanpa ada kejelasan komando – juga tidak ada dalang atau penunggang.

No More Posts Available.

No more pages to load.