Gereja Oikumene Polda Malut, Merawat Iman dan Memperkuat Persaudaraan

oleh -68 Dilihat
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, menjadi salah satu pihak yang memberikan perhatian terhadap pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.

Porostimur.com, Sofifi — Pembangunan Gereja Oikumene Polda Maluku Utara menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan kehidupan toleransi yang terus dibangun di lingkungan Kepolisian Daerah Maluku Utara.

Di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, gereja tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Kristiani di lingkungan Polda Maluku Utara, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian antarpersonel.

Kehadiran rumah ibadah tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan spiritual anggota Polri. Sebab, pengabdian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat tidak hanya membutuhkan profesionalisme dan disiplin, tetapi juga landasan moral serta kehidupan keagamaan yang baik.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, menjadi salah satu pihak yang memberikan perhatian terhadap pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.

Oikumene dan Semangat Kebinekaan

Istilah oikumene membawa makna persatuan dan kebersamaan umat Kristiani. Semangat tersebut memiliki relevansi kuat dengan kehidupan masyarakat Maluku Utara yang tumbuh dalam keberagaman agama, suku, dan budaya.

Baca Juga  Warga Kukupang Terima Bantuan 1 Ton Beras, Pemkab Halsel Siapkan Solusi Air Bersih

Karena itu, pembangunan Gereja Oikumene Polda Maluku Utara tidak semata-mata dapat dilihat sebagai pembangunan fisik sebuah rumah ibadah. Lebih jauh, keberadaannya diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan personel yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

No More Posts Available.

No more pages to load.