Porostimur.com, Ternate — Klaim Pemerintah Provinsi Maluku Utara bahwa angka kemiskinan mengalami penurunan berbanding terbalik dengan sejumlah indikator dalam data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemprov Maluku Utara menyebut persentase kemiskinan pada Maret 2026 turun menjadi 5,59 persen dari 5,81 persen pada September 2025. Namun, jika menggunakan periode pembanding yang sama berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin justru meningkat dari 5,59 persen menjadi 5,79 persen.
Lebih jauh lagi, dari sisi jumlah absolut, penduduk miskin di Maluku Utara justru bertambah 3,04 ribu orang hanya dalam enam bulan.
Perbedaan pembacaan data tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai dasar klaim keberhasilan program penanggulangan kemiskinan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda.
Persentase Turun Tipis, Jumlah Penduduk Miskin Malah Bertambah
Pernyataan mengenai penurunan kemiskinan disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Sarbin Sehe, saat membuka Rapat Koordinasi TKPK Kabupaten/Kota, Selasa (11/8/2026).
Pemprov menyebut angka kemiskinan pada Maret 2026 berada di 5,59 persen, turun 0,22 poin dibanding September 2025 yang disebut sebesar 5,81 persen.









