Ia menambahkan, keterkaitan langsung antara struktur partai dan kekuasaan politik akan mempermudah proses pengambilan keputusan serta memperkuat peran Golkar dalam mengawal kebijakan publik di daerah.
Minimalkan Konflik Internal
Selain memperkuat posisi politik, kebijakan ini juga diyakini dapat meminimalisir potensi konflik internal dalam pelaksanaan musda. Dengan kriteria kepemimpinan yang jelas, proses pemilihan ketua DPD II diharapkan berjalan lebih terarah dan tidak menimbulkan gesekan berkepanjangan.
“Kalau parameternya jelas, maka proses musda bisa lebih terukur dan tidak memicu konflik internal yang berlarut-larut,” kata Rohalim.
Meski demikian, Golkar Maluku tetap membuka ruang bagi kader lain untuk berkembang. Kaderisasi, kata dia, tetap menjadi prioritas agar ke depan lahir figur-figur baru yang mampu bersaing dan mengisi posisi strategis.
“Ini bukan menutup ruang bagi kader lain, tetapi justru menjadi motivasi agar kader Golkar terus meningkatkan kapasitas dan elektabilitasnya di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, DPD I Golkar Maluku optimistis mampu memperkuat basis politik di daerah sekaligus mengembalikan kejayaan partai pada berbagai kontestasi politik mendatang.
(Keket)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com












