Golkar, Semakin Goyang Semakin Rindang

oleh -776 views
Jannus Siahaan

Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), PKB digeruduk oleh Cak Imin Cs, lantaran Cak Imin adalah faksi politik di dalam tubuh PKB saat itu yang mendukung pemerintahan SBY, sementara faksi Gus Dur mau tidak mau harus minggir dulu.

Di awal pemerintahan SBY pula Jusuf Kalla mengambil alih pucuk pimpinan Golkar, setelah berhasil terpilih sebagai wakil presiden di era Susilo Bambang Yudhoyono, yang awalnya justru pencalonan JK tak di-endorse oleh Golkar.

Lalu pada awal pemerintahah Jokowi, karena PKB sedari awal adalah salah satu partai utama pengusung Jokowi, Cak Imin terbilang aman dari goyangan.

Migrasi dukungan politik PKB dari SBY ke Jokowi berjalan sangat baik, sehingga Cak Imin bertahan dengan stabil di tampuk kekuasaan PKB sampai hampir 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi.

Namun, Golkar justru gonjang ganjing karena pada Pilpres 2014, tak bersama Jokowi. Golkar justru mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

Baca Juga  Akui Tampar Adik, Terlapor Klaim Konflik Dipicu Penolakan Ikut Aliran Syiah

Seteru antara Agung Laksono dan Setya Novanto lahir di mana muncul dua kongres yang berbeda di dua lokasi.

Dan keberuntungan politik mendekati Airlangga Hartarto setelah seteru dimenangkan oleh Setya Novanto (Setnov).

Nah, kasus hukum yang menimpa Setnov,membuka peluang bagi Airlangga untuk naik pangkat menjadi Ketum DPP Golkar.

No More Posts Available.

No more pages to load.