Ia mengakui, pada periode 2024–2029 Golkar kehilangan kursi pimpinan DPRD Maluku, sehingga menjadi evaluasi penting bagi partai untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
“Semua partai politik di Maluku tentu punya obsesi yang sama. Tapi Golkar ingin mengembalikan kejayaan itu pada pemilu 2031,” kata Yeremian optimistis.
Dengan konsolidasi yang terus digencarkan hingga ke tingkat akar rumput, Golkar Maluku berharap dapat kembali merebut kepercayaan publik dan mengamankan posisi strategis di parlemen, baik di tingkat daerah maupun nasional. (red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










