Groundbreaking LNG Blok Masela Akhir Maret, SKK Migas Bahas Kompensasi Lahan Warga

oleh -54 Dilihat
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, saat ini pihaknya bersama Inpex masih membahas proses ganti rugi tanam tumbuh atau kompensasi terhadap lahan milik masyarakat yang terdampak proyek tersebut.

Potensi Produksi LNG Masela

Proyek LNG Abadi Masela diperkirakan mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, atau setara dengan lebih dari 10 persen kebutuhan impor LNG tahunan Jepang.

Selain itu, proyek tersebut juga diproyeksikan menghasilkan gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) serta kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Blok Masela dikelola oleh Inpex melalui anak usahanya, Inpex Masela Ltd., dengan hak partisipasi sebesar 65 persen. Proyek ini juga melibatkan PT Pertamina Hulu Energi Masela dengan porsi 20 persen serta Petronas Masela Sdn. Bhd. sebesar 15 persen.

Inpex sendiri telah memulai tahapan desain rekayasa teknis atau front-end engineering design (FEED) secara menyeluruh sejak September 2025. Namun, perusahaan mengakui bahwa kenaikan biaya konstruksi menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan proyek tersebut.

Terkait profitabilitas, Inpex menargetkan tingkat pengembalian internal (internal rate of return/IRR) sekitar 15 persen. Jika target tersebut sulit tercapai, perusahaan membuka peluang untuk bernegosiasi kembali dengan pemerintah Indonesia guna memperoleh tambahan insentif, termasuk dukungan perpajakan.

Baca Juga  Saadiah Uluputty dan PKS Maluku Bagikan Masker kepada Pengendara di Ambon

Selain untuk kebutuhan ekspor, produksi LNG dari Blok Abadi juga direncanakan akan diserap oleh tiga badan usaha milik negara, yakni PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk LNG, serta PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk pasokan gas bumi.

No More Posts Available.

No more pages to load.