“Pastori bukan hanya tempat tinggal pendeta, tetapi juga ruang pelayanan yang menghadirkan kasih, pengharapan, dan penguatan bagi jemaat,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran gedung baru tersebut menjadi momentum memperbarui semangat pelayanan, sehingga fasilitas yang tersedia mampu melahirkan dedikasi, kepedulian, dan keterbukaan hati yang semakin besar dalam melayani sesama tanpa sekat.
Perkuat Nilai Orang Basudara
Gubernur juga menegaskan bahwa Gereja Protestan Maluku (GPM) selama ini merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen gereja untuk terus menjaga dan menghidupi nilai-nilai persaudaraan yang menjadi identitas masyarakat Maluku, seperti Pela Gandong, Potong di Kuku Rasa di Daging, serta falsafah Ale Rasa Beta Rasa.
Pada kesempatan tersebut, Hendrik menitipkan harapan agar Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil menjadi “Laboratorium Kasih”, yakni ruang yang melahirkan gagasan kreatif serta solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah jemaat, sekaligus menjadi rumah yang terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan penguatan dan kasih Kristus.
Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan, tim peresmian dan pentahbisan, para donatur, serta seluruh warga jemaat yang telah memberikan dedikasi, pengorbanan, dan doa hingga gedung tersebut dapat berdiri dan dipersembahkan bagi pelayanan.









