“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan gizi berjalan dengan baik,” tegasnya di hadapan pimpinan DPD RI.
Menurutnya, Badan Gizi Nasional telah menyiapkan 33 SPPG untuk Maluku. Dari jumlah itu, 11 dikelola langsung Pemerintah Provinsi, sementara 2 lainnya ditangani pemerintah kabupaten/kota.
75.955 Warga Maluku Sudah Terlayani
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, merinci hingga kini sudah ada 22 SPPG yang aktif beroperasi dengan sebaran: Kota Ambon 7 SPPG, Maluku Tengah 4 SPPG, Seram Bagian Barat 5 SPPG, Buru Selatan 2 SPPG, Kota Tual 1 SPPG, Maluku Tenggara 1 SPPG, dan Maluku Barat Daya 1 SPPG.
Kasrul juga mencatat total penerima manfaat program dapur MBG di Maluku mencapai 75.955 orang, meliputi berbagai jenjang pendidikan dan kelompok rentan: balita 2.426, PAUD 2.740, TK 3.299, SD/MI 34.464, SMP/MTs 15.048, SMA/SMK/MA 16.595, SLB 209, pondok pesantren 336, serta ibu hamil 224 dan ibu menyusui 342.
Program MBG disebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam menekan angka stunting, meningkatkan kualitas pendidikan melalui gizi anak sekolah, sekaligus menjaga kesehatan ibu dan balita.
Pembangunan Manusia Jadi Prioritas
Kunjungan Gubernur Maluku bersama pimpinan DPD RI ini menegaskan bahwa pembangunan di Maluku tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia sejak usia dini.










