Capaian ini merupakan hasil sinergi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui program Gerakan Pasar Murah, digitalisasi distribusi logistik, serta kerja sama antar daerah yang dilakukan oleh tiga daerah penyumbang inflasi positif: Kota Ambon: 3,03 persen; Kota Tual: 1,26 persen; dan Kabupaten Maluku Tengah: 1,33 persen
Serapan Anggaran Masih Rendah, Kapasitas Fiskal Terbatas
Dalam paparannya, Gubernur Lewerissa mengungkapkan realisasi pendapatan dan belanja daerah hingga November 2025 masih belum optimal. Pendapatan daerah yang direncanakan Rp3 triliun baru terealisasi 77,38 persen, dengan PAD hanya 56,42 persen.
Belanja daerah sebesar Rp2,87 triliun baru terealisasi 72,35 persen, termasuk: belanja operasi: 74,10 persen; belanja modal: 42,66 persen; dan belanja tidak terduga: 67,64 persen
Ia menegaskan kapasitas fiskal Maluku masih sangat bergantung pada transfer pusat hingga 75 persen. Bahkan pada 2026 pendapatan diproyeksikan menurun menjadi Rp2,41 triliun, dan transfer pusat diperkirakan turun Rp372 miliar.
“Kondisi ini membuat kemampuan membiayai belanja modal dan mandatory spending semakin berat,” kata Lewerissa.
Kesiapan Nataru: Stok Pangan dan Armada Aman
Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Gubernur memastikan stok pangan aman hingga tiga bulan ke depan. Pasokan komoditas disuplai setiap 3–7 hari oleh para vendor.









