“Saya meyakini, dalam tantangan dan peluang ini, tersimpan potensi besar bagi Maluku untuk menunjukkan ketangguhan dan kemandiriannya apabila kita mampu bersinergi dan berkolaborasi secara nyata,” pesannya.
Potensi Besar Maluku Butuh Kolaborasi Lintas Sektor
Vanath menilai Maluku memiliki modal kuat berupa sumber daya alam, kekayaan budaya, serta karakter wilayah kepulauan yang kaya peluang ekonomi maritim. Namun, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa kerja bersama antarinstansi dan sektor.
“Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tidak dapat dicapai dengan pendekatan sektoral yang terfragmentasi. Setiap kebijakan harus menjadi bagian dari pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan untuk Maluku,” tegasnya.
Ia menekankan perlunya koordinasi kebijakan dan sinergi lintas lembaga, termasuk percepatan digitalisasi, perluasan sektor unggulan, serta penguatan ketahanan pangan.
Momentum Menuju Visi Maluku 2030
Menutup sambutannya, Wagub Vanath mengajak seluruh pihak menjadikan PTBI sebagai momentum menyatukan komitmen menuju visi pembangunan Provinsi Maluku 2025–2030: “Transformasi Maluku Menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045.”
“Saya optimis dengan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Maluku dapat melompat lebih jauh menuju ketahanan ekonomi yang prima dan kesejahteraan yang terus meningkat,” tutupnya.









