Selain Kecamatan Batang Dua, dampak gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Kota Ternate dan daerah lain di Maluku Utara, meski dengan tingkat kerusakan yang relatif lebih kecil.
Ribuan Pengungsi dan Distribusi Logistik
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menjelaskan bahwa rakor menekankan pentingnya konsolidasi antar daerah dalam mobilisasi bantuan.
“Seluruh bantuan tahap pertama sudah kami distribusikan ke posko-posko. Saat ini fokus kami menjaga keberlanjutan stok logistik,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah pengungsi di Pulau Mayau dan Pulau Tifure mencapai sekitar 900 hingga 1.000 jiwa. Penanganan dilakukan melalui posko terpusat dengan dapur umum di masing-masing titik.
Pemerintah juga telah menyiapkan kapal Basarnas untuk mendukung distribusi logistik tahap berikutnya ke wilayah terdampak.
Ratusan Bangunan Rusak
Selain penanganan pengungsi, pemerintah juga melakukan pendataan kerusakan infrastruktur. Hingga kini tercatat sekitar 233 unit bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga, fasilitas pendidikan, perkantoran, hingga rumah ibadah.
“Terdapat sekitar tiga rumah ibadah yang mengalami kerusakan berat, termasuk di wilayah Mayau dan Lelewi,” ungkap Sekda.
Pemerintah Kota Ternate juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait langkah pemulihan pascabencana, termasuk prioritas perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga terdampak.









