Menurutnya, forum tersebut harus dimanfaatkan untuk membuka akses yang lebih luas kepada investor dan pelaku usaha.
“Kita ingin expo ini bukan berhenti pada promosi, tetapi menjadi ruang untuk membuka akses. Di tengah keterbatasan fiskal, investasi dan kemitraan menjadi instrumen penting agar pembangunan tetap bergerak,” ujar Nasir.
Pernyataan itu sekaligus menggambarkan tantangan pembangunan Halsel. Dengan wilayah kepulauan yang luas dan kebutuhan konektivitas yang besar, pemerintah daerah tidak bisa sepenuhnya menggantungkan pembangunan infrastruktur pada kemampuan APBD.
Karena itu, skema kerja sama dengan dunia usaha dinilai menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang perlu terus dibuka.
Babang dan Kupal Dibidik Jadi Simpul Ekonomi Baru
Bagi Halsel, kepelabuhanan bukan sekadar urusan keluar-masuk kapal.
Puluhan pelabuhan yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut merupakan bagian penting dari urat nadi pergerakan manusia, barang dan komoditas antarpulau.
Karena itu, pengembangan pelabuhan dinilai memiliki efek berantai terhadap sektor perdagangan, logistik, perikanan, pertanian hingga pariwisata.
Dari sejumlah pelabuhan yang ada, Pelabuhan Babang dan Kupal menjadi dua simpul yang mulai mendapat perhatian dalam penjajakan kerja sama tersebut.









