HAM dan Politik Transaksional

oleh -0 Dilihat

Persoalan-persoalan HAM seakan menjadi “bargaining chip” untuk para politisi sipil ini. Para politisi sipil ini memerlukan dukungan militer untuk bersaing dengan sesama politisi sipil lainnya. Kau dukung saya, maka saya nggak akan ungkit kau punya dosa masa lalu dan sekarang! Itulah dogmanya.

Siapakah yang peduli dengan penderitaan, dengan keadilan, dengan tanggungjawab ditengah-tengah politik transaksional seperti sekarang ini?

Sama seperti dunia politik sipil, korps militer pun dikendalikan oleh perwira-perwira dengan cantolan ke atas yang kuat. Yakinkah Anda kalau Pangdam Jaya yang sekarang akan diangkat ini tidak mendapat posisinya tanpa patronase dari para elit? Dan mereka bertransaksi satu sama lain — anak buahmu kuberikan posisi, kau jangan ganggu aku.

Baca Juga  Gubernur Maluku Minta Warga Lisabata-Patahuwe Hentikan Pertikaian

Kekuasaan di negeri ini melingkar-lingkar di kalangan itu-itu saja. Dan mereka memiliki uang dan kekayaan untuk membentuk opini Anda. Saya setiap hari menerima berita-berita baik tentang para elit dan berita buruk tentang orang-orang yang tidak disukai para elit.

Tadi pagi saya bicara dengan sahabat saya, Degung Santikarma. Kami berdiskusi tentang industri pariwisata. Dia mengatakan, pariwisata menciptakan manusia-manusia penurut. “Hospitality” dan “service industry” membuat kita menjadi ‘servile’ (jinak). Industri yang menjual keramahtamahan membuat kita tidak mampu menjadi kritis dan memberontak dari keadaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.