Hampir Setahun Disidik, Kasus Bansos Rp9,7 Miliar di Maluku Tengah Masih Menunggu Hasil Audit

oleh -60 Dilihat
Penyidikan dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Maluku Tengah Tahun Anggaran 2023 masih bergulir hampir setahun setelah dimulai. Namun, hingga akhir Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai penetapan tersangka dalam perkara yang memiliki pagu anggaran Rp9,7 miliar tersebut.

Belum diumumkannya tersangka tidak dengan sendirinya membuktikan penyidikan berjalan lambat atau bahwa pihak tertentu telah melakukan tindak pidana. Namun, lamanya proses penanganan perkara membuat kejelasan perkembangan penyidikan dan hasil pemeriksaan keuangan menjadi hal yang dinantikan publik.

Penerima Bansos dan Legislator Telah Diperiksa

Rangkaian pemeriksaan saksi menjadi salah satu perkembangan penting dalam perkara ini. Pada 9 Juni 2026, Porostimur.com memberitakan Kejari Maluku Tengah memanggil 30 legislator aktif dan mantan legislator DPRD Maluku Tengah untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan penyaluran bansos senilai Rp8,1 miliar.

Dari 30 orang yang dipanggil, sebanyak 20 orang hadir dalam pemeriksaan di Kantor Kejari Maluku Tengah pada Senin, 8 Juni 2026. Informasi tersebut disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Ardy, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Baca Juga  Honda City Facelift Resmi Meluncur di Vietnam, Kini Hanya Tersedia dalam Dua Varian

Ardy menjelaskan, di antara legislator yang hadir terdapat Sekretaris DPRD Maluku Tengah dan dua mantan anggota dewan. Sementara itu, 10 orang lainnya tidak memenuhi panggilan dan, menurut keterangan saat itu, akan dijadwalkan untuk dipanggil kembali.

Pemeriksaan para legislator tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi informasi yang diperlukan dalam proses penghitungan potensi kerugian keuangan negara. Keterangan mereka selanjutnya menjadi bagian dari bahan yang dapat ditelaah auditor Kejati Maluku.

No More Posts Available.

No more pages to load.