Hancurkan Radar Sistem Pertahanan THAAD, Iran: Korban Tewas Tentara AS Tembus 500 Orang

oleh -740 views
Peti jenazah tentara AS yang tewas dalam perang di Iran. (AP/Mark Schiefelbein)

Meski demikian, ia menegaskan militer AS masih memiliki radar lain yang dapat memberikan perlindungan pertahanan udara dan rudal sehingga dampak kehilangan satu radar dapat diminimalkan.

Sistem Pertahanan Udara Tertekan

Sistem THAAD dirancang untuk menghancurkan rudal balistik di tepi atmosfer, sehingga mampu menghadapi ancaman yang lebih sulit dibandingkan sistem pertahanan MIM-104 Patriot.

Dengan tidak beroperasinya radar AN/TPY-2 tersebut, tugas pencegatan rudal kemungkinan akan lebih banyak ditanggung oleh sistem Patriot, sementara persediaan rudal pencegatnya dilaporkan mulai menipis.

Saat ini, AS memiliki delapan sistem THAAD yang ditempatkan di berbagai wilayah dunia, termasuk di South Korea dan Guam. Setiap baterai sistem ini bernilai sekitar USD1 miliar, dengan radar seharga sekitar USD300 juta, menurut data dari Center for Strategic and International Studies.

Tom Karako, pakar pertahanan rudal dari lembaga tersebut, menyebut kehilangan radar tersebut sebagai pukulan strategis bagi pertahanan AS.

Baca Juga  Puslitbang Polri Teliti Penanganan Unjuk Rasa di Polres Tual

“Ini adalah sumber daya strategis yang langka dan kehilangannya merupakan pukulan besar,” ujarnya.

Satu baterai THAAD biasanya terdiri dari 90 tentara operator, enam peluncur rudal, 48 rudal pencegat, satu radar TPY-2, serta unit pengendalian tembakan dan komunikasi taktis. Setiap rudal pencegat yang diproduksi oleh Lockheed Martin diperkirakan bernilai sekitar USD13 juta.

No More Posts Available.

No more pages to load.