Lebih lanjut kata Bupati Hanubun, acara penerimaan kembali kontingen Pesparani Katolik IV Malra telah menunjukan Malra yang terbaik untuk Pesparani Maluku.
“Jerih payah serta usaha selama enam bulan kini terbayar lunas dengan kembali membawa sebuah kemenangan sejati, ini menunjukan betapa proses dan usaha keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ucapnya.
Lebih lanjut kata Bupati Hanubun, selama enam bulan berlatih, para peserta dilatih oleh pelatih yang berstandar nasional, sehingga kini tujuannya telah tercapai dengan membawa kemenangan sebagai juara Umum ajang Pesparani Katolik IV Provinsi Maluku.
“Juara umum sudah dalam genggaman, namun essensi dari perjuangan ini adalah bagaimana ilmu serta latihan yang diperoleh dapat diterapkan pada lingkungan, rukun, stasi dan paroki dimana anda berdominsili, sehinggapada setiap perayaan diisi oleh paduan suara terbaik,” harapnya.
Bupati Hanubun berpesan, selain kontingen, khusus untuk LP3KD agar lebih fokus terhadap penyelesaian kelemahan kontingen seperti cerdas cermat rohani (CCR) sehingga lebih fokus pada latihan CCR bagi anak dan remaja.
“Saya berharap kedepan lebih sering dilakukan cerdas cermat rohani secara intens khusus bagi anak dan remaja, karena kita sulit mendapatkan bibit unggul dari mata lomba ini,” tegas Bupati Hanubun.









