Hanubun: Pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Sinode GPM di Elat Merupakan Berkat untuk Malra

oleh -42 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Kabupaten Maluku Tenggara adalah salah satu dari tiga kabupaten dalam pembentukan Provinsi Maluku, dimana lokasi pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL), Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), adalah salah satu Kecamatan tertua yakni dengan Ibukota Elat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun dalam sambutanya pada kegiatan sidang MPL GPM di Elat, Kei Besar, Ahad (31/10/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Maluku, Anggota DPR RI, Hendrik Lewerissa, Fokopimda Malra, Anggota DPRD Provinsi Maluku dan DPRD Maluku Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, Hanubun menegaskan, sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode GPM yang diselenggarakan di Elat, Kecamatan Kei Besar adalah sebuah berkat bagi Maluku Tenggara.

Thaher Hanubun bilang, MPL Sinode GPM yang berlangsung di Elat, akan melahirkan cinta kasih untuk sesama, untuk menjaga Iman dan persaudaraan sejati.

Baca Juga  Pejabat Bank Dunia Terlibat Skandal Korupsi Amerika Latin

Dia berharap, MPL Sinode GPM ini dijadikan sebagai pelopor kebersamaan antar dan inter umat beragama di Maluku. “Dimana telah saya buktikan pada tahun 1999,” tegasnya.

Hanubun mengatakan, untuk menyelesaikan sebuah konflik hanya dapat dilakukan melalui persaudaraan, hal ini telah dibuktikan sendiri pada tahun 1999, ketika Maluku mengalami konflik kemanusiam pada saat itu, Namun did Maluku Tenggara dapat diselesaikan dalam tempo tiga bulan.

“Hal ini tentu diperkuat dengan tali kasih dan persaudaraan, karena darah yang mengalir di tubuhmu sama dengan darah yang mengalir di tubuhku, lalu kemudian munculnya agama untuk memperhalus persaudaraan,” terang Hanubun.

“Untaian kalimat ini sering dikenal dengan “Harta I Fulir, Minan I Umat,” harta ini hanya titipan, namun yang abadi hanyalah saudara,” imbuhnya.

Baca Juga  Hanubun, "Vee Kes Yang" Tercatat Dalam Lembaran Nasional

Pada kesempatan tersebut, Hanubun menegaskan, Pemda Malra pada periode ini, masih tetap fokus untuk bangun Kei Besar secara keseluruhan, terutama pada, listrik, sanitasi, air bersih, perumahan, jalan dan telekomunikasi.

“Memang kondisi ini disadari belum terlalu maksimal, namun perlu diakui jika kondisi Malra saat ini dan sebelumnya agak berubah,” ujarnya.

“Bukan hanya itu, dari sektor ekonomi seperti penjualan kompra yang dulunya 2000-3000 kini naik berkisar 7000-8000, karena adanya jalur tol laut, ungkap Hanubun.

Sementara jalan trans Kei Besar, yang seharus diselesaikan juga oleh Balai Provinsi Maluku, namun sengaja meninggalkan dengan alasan Sasi, tapi setelah Sasi dicabut pun, pekerjaan tidak dilanjutkan.

Untuk itu Hanubun berjanji, dalam waktu dekat akan berangkat ke Ambon bersama dengan Wakil Bupati dan Anggota DPRD untuk segera mempertanyakan kelanjutan pekerjaan jalan empat kilometer yang tertunda.

Baca Juga  Lamban ditangani, LIRA Maluku bawa 2 kasus korupsi ke Mabes  Polri

Hanubun menambahkan, Maluku Tenggara yang terkenal dengan sebutan Kei, dengan Ibukotanya adalah Langgur, namun terkadang ada ketidaktahuan atau ketidakpahaman dari pemerintah pusat sehingga anggaran yang semestinya masuk ke Malra justru beralih ke Kota Tual.

“Kesalah-pahaman sering terjadi dari pihak kementerian sehingga, Hanubun mengajak politisi asal Maluku Hendrik Lewerisa untuk mengawal di Senayan, karena sering bantuan pusat nyasar ke Kota Tual,” pungkasnya. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.