Batas Penanganan Kemiskinan Ekstrim Sampai Bulan Desember 2021, ini Kata Hanubun

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Presentasi Bupati Maluku Tenggara di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’aruf Amin, terkait empat Kecamatan yang miskin ektrim, akan diupayakan sampai batas bulan Desember nanti.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun saat bertatap muka dalam rangka vaksinasi dan penyerahan bantuan sosial di Aula Kantor Camat Kei Besar, Elat, Ahad (31/10/2021).

Hadir dalam pertemuan tersebut Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) dan Sekertaris Daerah Malra, A. Yani Rahawarin.

Hanubun menegaskan untuk menjawab daerah miskin ekstrim sesuai batas waktu yang telah di tentukan, yakni pada bulan Desember nanti, Pemda Malra telah menyediakan anggaran sebesar Rp.3.8 miliar.

“Anggaran tersebut telah siap untuk penangan kemiskinan ekstrim di empat Kecamatan, belum termasuk anggaran yang ada did Dinas Sosial,” tegas Hanubun.

Baca Juga  Pemkab Malra Luncurkan e-lapor malra

Adapun empat kecamatan yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim adalah, Kecamatan Kei Besar Utara Timur (Kebut), Kei Besar Utara Barat, Kei Besar dan Kei Besar Selatam.

Hanubun meminta agar para camat dan kepala Ohoi di empat kecamatan agar jangan sampai salah dalam pendataan warganya.

“Kemudian terlepas dari data yang sudah ada, setiap warga yang harus mengambil bantuan sosial, harus menunjukan kartu vaksin, ini sifatnya perintah,” tukasnya.

Hanubun berpesan kepada masyarakat, jangan menganggap vaksin itu haram hukumnya, karena Majelis Ulama Indonesia telah mengesahkan (Halal) jadi harus divaksin.

“Sementara para dokter dan ahli telah mengakui, bahwa vaksin di perbolehkan, sehingga masyarakat jangan ragu untuk Vaksin,” katanya.

Baca Juga  Lokasi Rumput Laut di Malra Terpenuhi Unsur Sesuai Tata Ruang Bappeda

Hanubun juga menyampaikan terimakasih kepada Sinode AMGPM yang telah membatu mem-vaksinkan 1071 warga pada hari Minggu (31/10/2021).

“Untuk itu 11 kabupaten/kota yang ada di Maluku, Malra berada di posisi kedua setelah Kota Ambon, dan peringkat ini harus dilampaui, dan para camat dan kepala ohoi agar mendata ulang dan selanjutnya melaporkan pada Puskesmas setempat,” ujarnya.

Hanubun menegaskan, bantuan sosial ini diberikan kepada warga empat kecamatan yang tergolong miskin ekstrim, yakni yang pendapatannya kurang dari Rp. 900.000, atau sebesar Rp.810.000.

Untuk upaya Pemda Malra menambahkan dengan anggaran 3,8 Milyar guna untuk menjawab sekaligus menutupi kekurangan di atas rata-rata.

Hanubun optimis, empat Kecamatan yang tergolong miskin ekstrim ini akan selesai pada bulan Desember nanti. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.