Hanubun Pimpin Tim Tinjau Lokasi Budidaya Rumput Laut di Pulau Nai

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Sebanyak empat lokasi sudah ditanjau langsung oleh tim Kementerian Kemaritiman dan Kemenalves selama kurang lebih dua hari di Ohoi Letvuan, Ohoi Letman dan Ohoi Sathean pada Selasa (23/08/2021).

Pada hari kedua sesuai pantauan media ini tepatnya 24/8/2021, tepatnya di lokasi pulau Nai untuk meninjau lokasi budidaya di pulau Nai, dipimpin langsung Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun bersama instansi dan dinas terkait lainya.

Dari empat titik lokasi yang ditinjau semuanya memiliki pontensi besar untuk dijadikan lahan budidaya rumput laut. Pulau Nai ini sudah menjadi lahan budidaya rumput laut sejak 12 tahun lalu, tepatnya tahun 2009.

Pulau Naik juga, sering disebut-sebut oleh masyarakat setempat dengan sebutan pulau Dinosaurus, karena bentuknya mirip jika dipantau dari udara.

Dari hasil penelusuran media ini, jumlah petani yang berprofesi sebagai petani rumput laut, sebanyak 20 kepala keluarga (KK).

Baca Juga  Sambil Menahan Tangis, Panglima TNI Nyatakan KRI Nanggala 402 Resmi Tenggelam

Dr. Alfis Burhanudin selalu Ketua Tim dari Kementerian Maritim dan Kemenalves sangat terkagum, karena empat lokasi yang ditinjau kesemuanya layak dijadikan tempat budidaya rumput laut, termasuk pulau Nai.

Keistimewaan pulau Nai, karena lokasinya bebas dari konflik masyarakat, kemudian jauh dari limbah dan masuk dalam tata ruang Bappeda, karena tidak terlewati oleh perairan kapal besar, sehingga aman dari segala kemungkinan.

Pulau Nai berada pada petuanan atau wilayah Ohoi Debut, Kecamatan Kei Kecil, sehingga jarak yang ditempuh membutuhkan waktu kurang lebih 15 hingga 20 menit, dengan menggunakan Speedboat.

“Tidak mudah memang untuk mengelola budidaya rumput laut dengan lokasi yang memang selektif pula,” kata Burhanudin.

Baca Juga  MK Tolak Seluruh Permohonan MHB-GAS, TULUS Pimpin Kota Ternate

“Akan tetapi, masyarakat yang berprofesi di pulau Nai ini sudah terbiasa, sehingga untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari, serta kebutuhan anak sekolah dari hasil budidaya rumput laut, bahkan sangat membanggakan adala membiayayai anak hingga sarjana, meskipun sering di permainkan harga oleh para cukong, tapi semangat para petani rumput laut sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, ucap seorang Ibu yang juga petani rumput laut yang enggan di sebutkan namanya ini,” pungkasnya. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.