Sikap serupa juga disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menilai pendekatan diplomasi dengan Amerika Serikat selama ini hanya digunakan untuk memperkuat dominasi politik di kawasan.
Menurutnya, Iran tidak sedang mencari jalan menuju gencatan senjata.
Ancaman Balasan dari Washington
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merespons situasi tersebut dengan pernyataan tegas. Dalam konferensi pers di Florida, Trump menyebut Amerika Serikat siap merespons keras jika Iran mengganggu jalur pasokan energi global.
Trump secara khusus menyinggung kemungkinan Iran menutup jalur pelayaran di Strait of Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Menurutnya, setiap upaya menghambat aliran minyak global akan mendapat respons militer yang jauh lebih besar dari Amerika Serikat.
Pasokan Energi Dunia Terancam
Ketegangan geopolitik tersebut mulai berdampak pada sektor energi global. Selat Hormuz diketahui menjadi jalur vital yang menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri energi internasional. CEO Saudi Aramco, Amin H. Nasser, menyatakan bahwa sejumlah kapal tanker minyak mulai menghindari jalur tersebut karena meningkatnya risiko keamanan.









